puisi dari perempuan untuk perempuan (hentikan penderaan ke atas wanita)

Ini puisi yang dikirimkan ke email saya,…saya paparkan di sini sekadar untuk tatapan….semoga bermanfaat!

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.
 
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
 
Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
 
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…
 

* Nota : Puisi ini adalah puisi yg dibuat oleh seorang perempuan untuk para perempuan. Diposting oleh seorang perempuan di http://simplychi.wordpress.com/ 2008/04/28/ untuk- wanita/  untuk disebarkan.

7 Responses to “puisi dari perempuan untuk perempuan (hentikan penderaan ke atas wanita)”

  1. kebayan Says:

    terus terang aku katakan ,aku geram betul baca puisi ini.Aku geram pada kelembutan dan kelemahan perempuan yang tak bertempat.Lelaki …kalau kita lemah pun,dia orang akan buli kita,lelaki seperti ini sebenarnya dia sakit.

  2. kebayan…maybe u ader sejarah ker?
    tbe2 jer anti laki..dey..x baek gitu..

  3. nazrida Says:

    relaks kebayan…he he….

  4. betul kata puisi 2…..jika llaki btul2 perlukan pmpuan mreka sanggup melakukan apa saja wlpn m’daki gunung beribu batu tp apabila sdh dpat bwat mcm endah sja….kdg2 jika difikirkan bwat sakit hati saja….

  5. nazrida Says:

    Begitulah kehidupan….

    masa belum kawin, kalau terlanggar batu, laki marah batu, tapi kalau dah kawin, kita langgar batu, kita dikata buta!

    Kalau dulu tengah bercinta, sanggup tunggu kita 1-2 jam kat ofis, tapi bila dah kawin kita pulak tunggu dia sampai naik tepu!

    Kalau dulu kata sanggup redah lautan api, sekarang kalau banjir kilat 1 kaki pun tak berani nak redah!!

  6. azitamusa Says:

    He he he masa bercinta kentut bau wangi….

  7. kiranto Says:

    ” jika kamu berbuat baik beerti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatn itu bagi dirimu sendiri”

    (al-isra’ : 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: